39 Puisi Lingkungan – Syair Tentang Lingkungan Hidup Terbaik

Categories: puisi - On: Thursday, October 18th, 2018

Puisi Lingkungan HidupHalaman 2

Hewan

Kemana mereka?
Kemana mereka,
Para pengisi alam yang tak berakal
Mereka yang menyediakn daging
Mereka yang terkadang jinak
Seringkali liar
Berbulu indah
Kicau yang indah
Auman yang mengerikan
dan suara kerik jangkrik yang menengkur saat gelap

Kemana mereka?
Hewan yang Tuhan ciptakan untuk berdampingan
Dengan manusia sang khaalifah dunia
Kemana mereka wahai manusia
Kemanakah mereka yang seharusnya menjadi sahabat

Kemana mereka?
APakah telah kita bunuh dengan penebangan
Apakah telah kita bunug dengan sampah kita
Apakah kita bunuh karena kerakusan kita
Lalu berkedok
Ini kebutuhan hidup

Tidakkah kalian tahu?
Mereka juga makhluk tuhan
Amanah untuk kita lestarikan

Indahnya Potongan Surga

Indonesia, negeriku tercinta
Berjuta warna dalam satu negara
Di tanah air tumpah darah bangsa
Kita hidup di atas potongan surga

terhampar dari sabang hingga merauke
berjejer pulau pulau indah
dengan pantai dengan permadani hamparan pasir
Biru langitku, biru lautku

Gunung gunung megah tampak berdiri dengan gagah
Perkasa berhiaskan pohon – pohon hijau
Disana ada mutiara hidup para penghuninya
Tempat dimana mereka menikmati kedamaian

Indahnya negeriku
Menjelajah kepulauan yang luas
Dibawah langit tuhan
Dibawah selaksa awan yang beriringan

Indonesia, alam dari surga
Secuil keindah surgawi
yang hinggap di negeri kita

Alamku Berbicara

Pertiwi kini berduka,
Pertiwi kini berteriak,
Memangil, mencari,
Dimana manusia berada
Pertiwi berkata
Masih adakah manusia yang akan melayaniku
Kutumpahkan lahar di Jogja,
Kuberi air bah untuk Mentawai,
Kudatangkan banjir untuk Wasior,
Dab kubuat Jakarta tenggelam,
Hutanku, kekayaanku,
Telah kau rampas dengan paksa,
Kau curi seluruh isi perutku…
Aku hanya ingin kau lindungi agar ku dapat bertahan,
Dan dapat memberikan nafas kehidupan untuk mu manusia
Lindungi aku, dan jangan rampas hak milikku
Aku menangis karena kau sakiti,
Dan kau menangis setelah aku tumpahkan isi perutku

Nostalgia Negeri Sampah

aku tak lagi heran
nusantara ini dipenuhi lautan sampah
disana-sini sering aku memandanginya
kotoran-kotoran manusia yang sejak lama telah ada
untunglah,
masih masih ada mereka
mereka sudi memilih dan memilah kotoran-kotoran itu
biarkan saja…
isi perut mereka adalah hasil jerih payahnya
jepara, 27 november 2008