Kumpulan Cerpen Cinta, Kisah Cinta Romantis Terbaru

Categories: cerita, cinta - On: Sunday, February 19th, 2017

Cerpen RomantisBersemi Saat Tahun Berganti

Seindah Ombak biru samudra, Aku melihatmu. Mengenang sebuah kisah yang tak akan menjadi sejarah. Sebuah kisah singkat yang kita mulai di saat bulan yang menandai akhir tahun hingga bulan yang menandai awal tahun. Aku tak pernah mengerti cerita singkat ini terjadi, Desember dan Januari adalah bulan yang indah. Aku mulai mengenalnya saat kita sama-sama masuk dalam suatu ekstra di Sekolah. Memiliki tekad untuk berseni teater dengan harapan menghidupkan kembali teater sekolah. Bagaimana kedekatanku dengannya bisa terjalin, aku pun tak pernah tahu. Semua itu mengalir begitu saja seperti air. Yang aku tahu hariku semakin indah dan penuh warna semenjak aku mengenalnya.
Pernah suatu hari, aku duduk bersamanya di bangku sekolah, bercerita banyak hal, tertawa dan bercanda. Ketika air mataku jatuh karena sedih di saat itulah aku merasakan hal yang paling nyaman.

Ya, bersandar di bahunya adalah hal ternyaman yang pernah aku rasakan. Tatapan matanya yang indah, membuatku tak ingin menyesali masa laluku. Masa lalu yang akan membuat hidupku berantakan. Senyum bibirku tak pernah palsu ketika aku bersamanya, lantunan sebait kata yang membuatku nyaman ketika bersamanya. Mimpi semu yang tak akan bersemi ketika dia lebih pantas menjadi adikku. Saat januari berakhir aku lebih memilih untuk menjauhinya hanya karena aku ingin dia menyelesaikan masalahnya dengan seseorang yang lebih dulu singgah di hatinya. Kinan, ya gadis cantik yang bersamanya selama 15 bulan melewati hari yang indah. Aku tahu sekali perasaan gadis itu, karena saat itu sempat ku baca dari ponselnya.

Kinan mengirimkan beberapa pesan begitu penuh perhatian hanya karena ingin membuat dia luluh kembali dan menjalani kisah cinta lagi. Saat itu hatiku tersentak karena aku ingat dan masih begitu ingat kenangan bersama mantanku dulu. Apa yang dirasakan Kinan itulah yang aku alami dengan mantanku dulu, yah.. mempertahankan sebuah kisah dengan pengorbanan perasaan. Aku tak ingin pengorbanan Kinan sia-sia. Aku hanya ingin dia dan Kinan bisa bersama kembali. Tak pernah lagi ada pertemuan antara aku dan dia, menyapa, bahkan kontak pun tak pernah. Saat itu aku hanya berpikir untuk melupakan kenangan semu itu, walau bagaimanapun dia hanya seorang adik kelasku.

Setelah cukup lama kita tak bersama, Tuhan mengizinkanku kembali berteman akrab dengannya karena waktu itu ada lomba mading antar jurusan aku dan dia satu jurusan jadi kita kerja sama satu team dengan teman-teman yang lain. Di saat itulah hubunganku dengannya sedikit membaik. Saat acara pesta sekolah tiba-tiba selintas bayangan melewatiku begitu cepat, ya.. aku melihatnya dengan Rea teman seangkatanku. Inilah yang ku dapatkan hanya karena aku tak ingin menjadi perusak antara dia dengan Kinan? Awalnya aku tak pernah mengerti apa jalan di pikirannya, melupakan Kinan dan berpacaran dengan Rea.

Ku pikir masalahnya dengan Kinan akan baik-baik saja, tapi ternyata dia malah menjalin hubungan dengan gadis lain. Saat kejadian itu semua terungkap dia bercerita padaku bahwa Kinan telah banyak berbohong saat mereka masih bersama. Ku marahi dia karena dia sudah lebih dulu pacaran dengan Rea sebelum hubungannya dengan Kinan benar-benar selesai. Tetapi dia mencoba menjelaskanku dengan perlahan, akhirnya aku pun dapat menerima keputusannya. Sekarang ku putuskan hubunganku dengannya tidak lebih dari seorang adik dan kakak cukup itu aja dan gak lebih. Cerita itu telah berakhir cerita di saat aku dan dia berada di suatu musim aku menyebutnya tahun baru dengan seribu musim. Di saat januari berakhir semua seperti semula seperti saat aku belum berada di bulan desember.