Kumpulan Cerita Lucu, Cerita Humor Gokil Bikin Ngakak

Categories: cerita, humor - On: Friday, October 27th, 2017

Cerita HumorHalaman 9

Kriteria Istri Idaman

1. Seorang isteri yang cantik, pandai bersolek, memasak dan mengurus rumah adalah hal yang penting.
2. Seorang isteri yang periang, bertenaga, dapat membuat kita tertawa dan menghibur dikala duka juga penting.
3. Seorang isteri yang memahami, soleh, jujur, taat beribadah dan dapat dipercaya sangat penting.
4. Seorang isteri yang dapat memahami dan memuaskan anda secara lahir batin dan di tempat tidur juga sangatlah penting.
5. Tapi yang paling penting adalah ke empat-empat istri tersebut di atas tidak saling mengenal satu sama lain…hehehe

******

Kedai pinggir jalan

Pada suatu hari ada seorang pemuda yang berhenti di sebuah kedai di pinggir jalan. Pada saat berhenti, terjadi percakapan antara si pemuda dengan penjaga kedai pinggir jalan tersebut :
Pemuda : “ Mbak, berapaan gorengannya satu nya mbak ? “
Penjaga warung : “ 2 ribu 3 mas. Murah aja.”
Pemuda : “ wah, gorengannya udah pada basi ya mbak? Pantesan aja dijual murah. dari pada nggak laku aja ya? “
Penjaga warung : “ eh mas, hati – hati ya kalo ngomong. Gorengan saya ini nggak basi. Lah wong baru digoreng kok udah dibilang basi. “
Pemuda : “ lah kan mbak bilang gorengan 2003, sekarang ini kan udah 2015 mbak. Udah pasti basi kan gorengannya . “

******

3 orang anak muda

A : aku kemarin ke mall, bingung mau beli handphone apaan, ya udah aku beli Android aja.
B : itu sih biasa aja. Aku kemarin malah beli iPhone.
C : aku juga kemarin mau beli hape, tapi masih bingung sampe sekarang.
A & B : bingung kenapa rupanya?
C : ia soalnya di hape yang aku beli tombolnya angka semua, terus ada tombol kali sama baginya juga.
A & B : itu KALKULATOR, bodoh!!!

******

Panggilan Buat Ibu

Dalam kelas baru murid sekolah dasar kelas 1. Seperti biasa terjadi kenal mengenal antara guru dan murid.

Guru : “Siapa nama kamu ?”
Murid : “Amelia”
Guru : “Kalau ibu kamu siapa ?”
Murid : “Mama ?”
Guru : “Maksud ibu, nama Ibu kamu ?”
Murid : “Iya , Mama.”
Guru : “Okelah, bagaimana Ayah kamu panggil Ibu kamu ?”
Murid : “Eh , monyet..”